Showing posts with label kolesterol. Show all posts
Showing posts with label kolesterol. Show all posts

Friday, April 12, 2013

Memangnya Kenapa Kalau Kolesterolnya Tinggi?




Jakarta, Kolesterol sudah mendapatkan stigma negatif karena seringkali menjadi penyebab dari penyakit yang mematikan.

Namun pada dasarnya kolesterol tetap dibutuhkan dalam jumlah normal agar fungsi tubuh berjalan dengan baik. Lantas apa yang terjadi pada tubuh ketika kolesterol tinggi?

Kolesterol adalah zat lemak yang ditemukan dalam darah dan sel-sel tubuh dan merupakan nutrisi penting yang diperlukan tubuh manusia untuk menjalankan fungsi utamanya.

Menurut American Heart Association (AHA), kolesterol digunakan untuk membentuk membran sel dan hormon.

Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, tapi sebenarnya tanpa asupan kolesterol dari luar pun kebutuhannya sudah terpenuhi dengan baik. Karena 80 persen kolesterol dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 persen sisanya dari makanan.

Kolesterol hanya ditemukan dalam produk makanan hewan seperti kuning telur, daging merah, jeroan, unggas, kerang, krim dan produk susu.

Seseorang memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg, sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg karena bisa menyebabkan penyakit pembuluh darah.

"Jadi kolesterol kaitannya dengan endapan lemak. Kalau misal totalnya di atas 200 mg, itu artinya nanti kolesterol tidak semuanya jalan, ada yang mengendap di dinding pembuluh darah atau terjadi plak lemak (ateroma)," jelas dr. Bahdar T. Johan, SpPD, ahli penyakit dalam RS Premiere Bintaro, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Rabu (8/8/2012).

Kondisi ini, lanjut dr Bahdar, bisa menyebabkan aterosklerosis, yaitu kondisi pengerasan pembuluh darah dan penyempitan.

"Jadi kalau orang dengan kolesterol tinggi itu kaitannya dengan jantung koroner dengan stroke," tegas dokter yang mengambil spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Selain itu, ada satu lagi fraksi dari lemak ada namanya trigliserida. Kalau trigliserida jumlahnya ekstrem tinggi, kadang bisa menyebabkan pankreatitis, yaitu kondisi di mana organ pankreas mengalami peradangan akibat tingginya trigliserida.

"Kalau pankreatitis akut tidak menyebabkan diabetes, tapi kalau terjadi secara kronik maka bisa menyebabkan diabetes," tutup dr Bahdar.


Sebelum jadi kronik klik disini yuk

Sumber : http://health.detik.com/read/2012/08/08/095917/1985959/775/memangnya-kenapa-kalau-kolesterolnya-tinggi?l771108bcj

 
Hanny  
HP : 0812 1955 4273  PIN BB : 2291c0af

Rajanya Kolesterol Jahat Ada Disini




Jakarta, Salah satu hal yang menyebabkan kadar kolesterol di dalam tubuh meningkat berasal dari makanan yang dikonsumsinya. Untuk itu ketahui makanan apa saja yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

"Semua makanan yang enak disantap biasanya mengandung lemak sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol tubuh," ujar Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, SpGK dari Departemen ilmu gizi FKUI saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu (8/8/2012).

Dr Tati memberikan daftar kandungan kolesterol dari beberapa makanan yang biasa dikonsumsi. Kadar kolesterol ini dalam 100 gram bahan makanan, yaitu:
1. Telur puyuh mengandung kolesterol 3.640 mg
2. Otak sapi mengandung kolesterol 2.300 mg
3. Kuning telur mengandung kolesterol 2.000 mg
4. Cumi-cumi mengandung kolesterol 1.170 mg
5. Jeroan sapi mengandung kolesterol 380 mg
6. Mentega atau margarin mengandung kolesterol 300 mg
7. Susu sapi mengandung kolesterol 250 mg
8. Santan kelapa mengandung kolesterol 185 mg
9. Kerang, udang mengandung kolesterol 160 mg
10. Daging sapi mengandung kolesterol 105 mg
11. Daging kambing mengandung kolesterol 70 mg.

"Untuk menetralisir kelebihan kolesterol tubuh bisa dilakukan dengan mengonsumsi banyak serat dari makanan secara teratur seperti sayur dan buah, Nutrisi serta konsumsi asam lemak omega-3 yang banyak dikandung dalam minyak ikan laut dalam," ungkapnya.

Kolesterol adalah lemak yang berada dalam darah dan bukan yang ada di bawah kulit. Jadi bisa saja orang yang badannya kurus memiliki kadar kolesterol tinggi, walaupun orang gemuk cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi akibat resistensi insulin yang menyebabkan metabolisme lemak berubah.

Umumnya seseorang tidak tahu jika dirinya memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam tubuhnya, namun salah satu gejala yang biasanya dikeluhkan adalah rasa sakit atau pegal di daerah tengkuk kepala bagian belakang.

Untuk itu bagi orang yang sudah berusia di atas 40 tahun harus melakukan pemeriksaan kolesterol setiap tahunnya. Tapi jika sudah memiliki kelainan kolesterol seperti darah tinggi sebaiknya lakukan pemeriksaan sejak usia 25 tahun.



Sumber : http://health.detik.com/read/2012/08/08/145747/1986366/775/rajanya-kolesterol-jahat-ada-disini?l771108bcj


Hanny  
HP : 0812 1955 4273  PIN BB : 2291c0af

Thursday, April 11, 2013

Kebiasaan yang Harus Dilakukan untuk Turunkan Kolesterol




Jakarta, Masalah kolesterol tinggi dialami ratusan juta orang di seluruh dunia. Penyebab utamanya kebanyakan adalah karena makanan, meskipun ada beberapa penyebab lain. Jika sudah kadung tinggi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menurunkannya.

Seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg karena bisa menyebabkan berbagai penyakit pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner dan stroke.

"Yang perlu dilakukan adalah MENGUBAH LIFESTYLE, perbanyak olahraga dan menghindari makanan-makanan tertentu," jelas dr. Bahdar T. Johan, SpPD, ahli penyakit dalam RS Premiere Bintaro, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Rabu (8/8/2012).

1. Ubah gaya hidup

Lifestyle atau gaya hidup yang bisa memicu kolesterol antara lain merokok. Merokok dapat menurunkan kolesterol baik Anda sehingga yang beredar di tubuh hanya kolesterol jahat. Kolesterol jahat ini jika tidak dikendalikan bisa berakibat fatal.

Selain itu berat badan berlebih juga dapat memicu kolesterol tinggi. Diketahui kelebihan berat badan dapat meningkatkan trigliserida dan menurunkan HDL (kolesterol baik).

2. Perbanyak olahraga

Tubuh manusia didesain untuk selalu bergerak sehingga sangat dianjurkan untuk banyak bergerak. Coba perhatikan apakah kegiatan Anda lebih banyak duduk atau tidur dan jarang berjalan kaki. Kurang bergerak dapat meningkatkan LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik).

Lakukan olahraga rutin setidaknya 30 menit setiap hari. Sebuah studi tahun 2009 di North Carolina University terhadap lebih dari 8.000 menemukan bahwa orang yang berolahraga ringan selama 30 menit dalam beberapa hari seminggu dapat menurunkan tingkat trigliserida dan meningkatkan HDL.

3. Hindari makanan tertentu

Kolesterol umumnya berasal dari lemak hewani seperti daging kambing, kuning telur, daging merah, jeroan, unggas, kerang, krim dan produk susu, meski tidak sedikit yang berasal dari lemak nabati seperti santan dan minyak kelapa.

"Untuk makanan, kurangi lemak, santan, minyak, goreng-gorengan dan perbanyak NUTRISI. Jadi kalau bisa pakai minyak jangan yang jenuh, pakai lemak tak jenuh. Misalnya minyak zaitun, minyak jagung, tapi kalau minyak kelapa atau minyak yang dimasak berulang itu minyak jenuh," tandas dr Bahdar.

Agar kolesterol tetap terkontrol dibutuhkan pola hidup sehat (diet dan olahraga), berhenti merokok dan juga kepatuhan minum obat (bagi yang menderita kolesterol tinggi).


Sumber : http://health.detik.com/read/2012/08/08/155236/1986430/775/kebiasaan-yang-harus-dilakukan-untuk-turunkan-kolesterol?l771108bcj

Hanny  
HP : 0812 1955 4273   
PIN BB : 2291c0af

Ini yang Dirasakan Tubuh Kalau Punya Kolesterol Tinggi





Jakarta - Kolesterol tinggi sering dijuluki 'silent killer' karena sering tak bergejala tapi berakibat fatal. Namun dalam beberapa kasus, kolesterol tinggi juga dapat menunjukkan gejala pada tubuh. Apa saja?

"Paling sering tanpa gejala, tapi ada juga beberapa gejala yang di dapat," jelas dr. Bahdar T. Johan, SpPD, ahli penyakit dalam RS Premiere Bintaro, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Rabu (8/8/2012).

Seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg, sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg. Berikut beberapa gejala yang paling sering didapati pasien kolesterol tinggi antara lain:


1. Rasa berat di tengkuk hingga rasa pegal di pundak

Sebagian besar orang merasakan berat di kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal. Gejala ini muncul sebagai akibat kurangnya oksigen.

"Yang sering biasanya berat di kepala tapi rasa sakitnya tidak tajam, hanya berat," jelas dr Bahdar.



2. Cepat mengantuk
 

"Terutama bila kadarnya sudah tinggi sekali, misal trigliserida yang normalnya dibawah 200 mg atau 150 mg, ada yang sampai 600 atau 700 mg itu biasanya bawaannya ngantuk," jelas dr Bahdar.

Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan oksigen ke otak akibat pembuluh darah yang menyempit karena adanya timbunan lemak akibat kolesterol.


3. Kesemutan


"Kadang-kadang kesemutan juga bisa karena darahnya agak kental," jelas dr Bahdar.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi berkurang.


4. Timbunan lemak di atas kelopak mata
 

"Secara klinis ada beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk awal seseorang memiliki kolesterol tinggi, yaitu adanya timbunan lemak di atas kelopak mata. Biasanya timbunan ini mengandung kadar trigliserida (molekul asam lemak) yang tinggi. Namun ini hanya terjadi pada sebagian kecil orang saja," jelas dr Dante Saksono H, SpPD, PhD, dalam artikel detikHealth.

5. Mudah lelah
 

Ketika plak terbentuk di dinding arteri, bisa menyebabkan kondisi seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner (PJK) dan penyakit mikrovaskuler koroner atau coronary microvascular disease (CMD). Kondisi-kondisi seperti inilah yang menyebabkan badan terasa mudah lelah.

6. Sering sakit kepala
 

Ini karena kolesterol yang tinggi dalam darah memicu terjadinya penimbunan plak-plak di pembuluh darah arteri sehingga menyebabkan terjadinya artherosclerosis. Kondisi ini membuat arteri akan menyempit dan membuat aliran darah ke kepala dan otak berkurang, sehingga menyebabkan rasa sakit di kepala.

7. Kaki bengkak


Kaki merupakan organ tubuh yang paling jauh dari jantung. Ketika pembuluh darah menyempit dan asupan oksigen berkurang, maka tentu saja yang paling sedikit mendapatkan darah adalah kaki. Hal ini akhirnya menyebabkan kaki terlihat membengkak. Kondisi ini hampir sama dengan kondisi ketika Anda terlalu lama duduk selama perjalanan, terutama di kelas ekonomi.

Jadi? Siapa yang sudah punya gejala di atas?

Sumber : http://health.detik.com/read/2012/08/08/132544/1986232/775/ini-yang-dirasakan-tubuh-kalau-punya-kolesterol-tinggi

Hanny  
HP : 0812 1955 4273   
PIN BB : 2291c0af